Sabtu, 16 April 2022

something that Nayra should know (ep5)

     Desember sudah lama lewat, tapi hujannya masih saja mengikuti hingga Maret. Padahal menurut Nayra, hari-hari yang selalu dingin di bulan kesayangannya itu tidak pernah cocok dengan musim semi yang indah, yang ranting-ranting pohon kembali menumbuhkan daun, yang bunga-bunga kembali bermekaran. Tapi, harusnya sekarang musim semi bukan? Kenapa masih sering hujan? Ternyata hujan itu mengikuti pemiliknya.

Musim semi ini ulang tahunnya Rama, laki-laki yang belakangan selalu mondar-mandir dikepala Nayra. Tapi Nayra cuma bisa memberi ucapan lewat pesan, karena dia sedang ada urusan kerja ke luar kota. Pesan itu dibalas terima kasih oleh Rama, tapi Nayra tidak pernah tahu apa yang terjadi pada hari-harinya Rama disana.

Seperti biasa, Rama tetap masuk kantor meski di hari ulang tahunnya. Semua teman-teman kantor di traktir oleh dia. Selain ucapan dari teman-teman dan dari Nayra, Rama ternyata juga menerima ucapan selamat dari Aurel, wanita yang juga ada di hidupnya. Entah dengan percakapan apa, sorenya sepulang kerja mereka nonton berdua. Film Batman yang belum lama ini rilis. Aurel bilang dia sudah menonton film ini sebelumnya, tapi Rama tetap ingin menonton Batman. Jadi disepanjang film, Aurel hanya tidur dengan manis dibahunya Rama.

Sehabis menonton, mereka keluar gedung bioskop dan ternyata hujan deras. Ide banget tadi si Rama parkirnya diluar gedung. Mau tidak mau mereka harus lari-larian untuk sampai ke mobil. Tidak ada payung, untung ada jaket. Jaketnya Rama dipinjami ke Aurel biar dia tidak terlalu basah, dan Rama sendiri membiarkan dirinya kehujanan. Iya romantis sekali, seperti cerita di drama korea, sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta.

Semantara Nayra di kota lain yang tidak tahu dengan kejadian itu, sibuk dengan desain-desainnya yang harus segera selesai karena besok pagi harus dipresentasikan ke klien. 

Sabtu, 02 April 2022

the sunset is beautiful, isn't it?

    Pernah dengar kalimat itu? Tapi tau gak maksudnya apa? Maksudnya, I love you, but I'm letting you go. Seperti matahari terbenam, bagus, indah dan kita suka melihatnya, tapi pelan-pelan akan hilang juga, pergi ninggalin kita.

Walau aku suka padanya, tapi aku juga akan melepaskannya. Ya, karena beberapa orang mengenal batas-batas itu. Batas untuk hanya mengagumi, untuk cukup mendoakan dalam hati.

Dia hebat, meski aku jarang memujinya. Dia sungguh hebat. Aku tidak mungkin sembarang jatuh hati. Ada sesuatu di dirinya yang menarik. Entah apa, tapi ada. Tidak bisa digambarkan. Dia anak laki-laki pertama di keluarganya, bertanggung jawab, pekerja keras, dan yang paling penting tidak pemalas. Aku paling tidak suka lelaki pemalas, tidak bisa diajak bertumbuh bersama.

Dia suka bicara dan aku lebih suka mendengar. Tapi sayang, dia sepertinya tidak nyaman bercerita denganku. Padahal aku senang diganggu olehnya. Dia anak baik, masih muda pula. Aku yakin, banyak wanita diluar sana yang mau dengannya. 

Karena aku penganut paham bahwa cinta tidak boleh egois, makanya aku tidak mau egois. Karena dia berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku. Kasihan dia, jika harus terjebak dengan aku yang tidak seru. Aku aneh. Aku bahkan bisa cemburu padahal dia bukan milikku. 

Apapun pilihanmu semoga kamu bahagia. Semoga aku juga.


***