Desember sudah lama lewat, tapi hujannya masih saja mengikuti hingga Maret. Padahal menurut Nayra, hari-hari yang selalu dingin di bulan kesayangannya itu tidak pernah cocok dengan musim semi yang indah, yang ranting-ranting pohon kembali menumbuhkan daun, yang bunga-bunga kembali bermekaran. Tapi, harusnya sekarang musim semi bukan? Kenapa masih sering hujan? Ternyata hujan itu mengikuti pemiliknya.
Musim semi ini ulang tahunnya Rama, laki-laki yang belakangan selalu mondar-mandir dikepala Nayra. Tapi Nayra cuma bisa memberi ucapan lewat pesan, karena dia sedang ada urusan kerja ke luar kota. Pesan itu dibalas terima kasih oleh Rama, tapi Nayra tidak pernah tahu apa yang terjadi pada hari-harinya Rama disana.
Seperti biasa, Rama tetap masuk kantor meski di hari ulang tahunnya. Semua teman-teman kantor di traktir oleh dia. Selain ucapan dari teman-teman dan dari Nayra, Rama ternyata juga menerima ucapan selamat dari Aurel, wanita yang juga ada di hidupnya. Entah dengan percakapan apa, sorenya sepulang kerja mereka nonton berdua. Film Batman yang belum lama ini rilis. Aurel bilang dia sudah menonton film ini sebelumnya, tapi Rama tetap ingin menonton Batman. Jadi disepanjang film, Aurel hanya tidur dengan manis dibahunya Rama.
Sehabis menonton, mereka keluar gedung bioskop dan ternyata hujan deras. Ide banget tadi si Rama parkirnya diluar gedung. Mau tidak mau mereka harus lari-larian untuk sampai ke mobil. Tidak ada payung, untung ada jaket. Jaketnya Rama dipinjami ke Aurel biar dia tidak terlalu basah, dan Rama sendiri membiarkan dirinya kehujanan. Iya romantis sekali, seperti cerita di drama korea, sepasang sejoli yang sedang jatuh cinta.
Semantara Nayra di kota lain yang tidak tahu dengan kejadian itu, sibuk dengan desain-desainnya yang harus segera selesai karena besok pagi harus dipresentasikan ke klien.