Minggu, 12 Desember 2021

Dia, belum lepas dari masa lalunya (ep3)

--- Diruang kerja

"Heeeh, pagi-pagi udah bengong aja" ucap Alya mengagetkan Nayra sambil memukul kecil pundaknya

"Eh udah dateng" balas Nayra menengok ke Alya dengan ekspresi datar dan tidak kaget sama sekali

"Kenapa lagi sih?"

"Jantung ku gak aman banget nih, nyesek terus, gelisah terus, gak ngerti kenapa"

"Pikiran kamu tuh, lagi mikirin apa emang? Si Rama Rama itu?"

"Bisa jadi"

"Lah kok bisa jadi"

"Aku bingung banget deh, ku kira dia tuh tertarik denganku, makanya aku mencoba untuk memahami dan membuka hati"

"Taunya dia suka sama yang lain ya?"

"Gak gitu iih, dengerin dulu Alyaaa..." Nayra merengek manja kepada sahabatnya itu

"Kamu pikir aja deh, ngapain dia bolak balik ngeliatin profil sosial mediaku coba? kan aku jadi dibuat mikir. Pas aku udah baper, eh ternyata dia cuma penasaran doang."

"Gimana kamu tahu kalo dia cuma penasaran sama kamu?"

"Aku tebak aja. Soalnya dia cerita kepadaku kalau dia belum bisa move on dari mantannya. Sebelum dia cerita, aku juga udah tahu sih dari obrolan teman-temannya. Nah, untungnya aku bisa cepat mengatur ulang perasaanku, mumpung belum terlanjur jauh, aku takut kecewa lagi."

"Yaaah Nayraa, galau lagi deh temanku ini"

"Aku gapapa sih Al. Tapi, menurutmu aku harus gimana ya? Di satu sisi aku kasian sama dia, tiap hari galau terus. Pengen banget menghibur dan bantuin dia lupain mantannya. Tapi disisi lain aku takut, takut kalau aku masuk ke cerita itu nanti akunya yang baper dan menyakiti diri sendiri"

"Eemm gini aja Nay, kamu gak perlu masuk terlalu jauh dulu kedalam cerita dia. Bantuin dia buat sembuh dari lukanya itu gapapa kalau dia minta bantuan kamu, kalau dia masih ingin cerita tentang sedihnya ke kamu, kamu support terus aja. Tapi, kalau dia sedang diam dan gak menghubungimu, kamu juga harus bisa menahan diri untuk gak mengganggu dia. Siapa tahu dia sedang butuh sendiri."

"Gitu ya Al... Yaudah deh kerja gih sana, udah rame, udah banyak yang datang"

Rabu, 27 Oktober 2021

Perasaan Aneh Apa Ini? (ep2)

    Hari ini Alya aneh banget deh, seharian kelihatan murung dan sedikit bicara. Aku mau tanya juga tidak enak jadinya, mood nya sedang buruk, mungkin nanti saja pas makan siang aku bisa mengorek sedikit informasi.

***

--- Di Kantin

"Al, kamu baik-baik saja kan?"

"Mmm kayaknya enggak deh"

"Mau cerita?"

"Aku juga bingung nih Nay, sama diriku sendiri", ucap Alya mulai bercerita kepadaku

"Kenapa sih?"

"Aku rasanya lagi capek banget sama kerjaan, terus si bos juga baik banget biarin aku istirahat dengan cara gak ngasih banyak proyek ke aku"

"Bagus dong"

"Tapi rasanya malah aneh, aku merasa useless sekarang. Ngerasa kayak, kok aku gak diikutsertakan ya? kok aku gak diajak diskusi lagi ya? Ngerti kan?"

"Perasaan kamu aja kali"

"Bener Nay, aku tuh ngerasa udah gak dianggap lagi, ngerasa disini tuh udah gak butuh aku lagi. Kamu tau kan aku gak suka perasaan seperti itu? Kamu tau kan kenapa aku resign dari kantor sebelumnya?"

"Iya tau, karena disana kamu ngerasa udah gak dibutuhin"

"Nah, aku tuh selalu pergi kalau udah ngerasa gak dibutuhin. Dan akhir-akhir ini aku kepikiran buat resign aja gitu"

"Heh, jangan dulu dong Al, nanti aku makan siangnya sama siapa?"

"Yaah, kamu pikirannya makan siang doang"

"Hehehe", jawabku cengar-cengir

    Sehabis makan siang, aku dan Alya kembali ke pekerjaan kita masing-masing. Tapi masalah tentang resign ini pasti akan aku bahas lagi besok dan besoknya lagi. Pokoknya sampai Alya berubah pikiran dan merasa dia masih dibutuhkan disini. Setidaknya aku butuh dia. Karena aku sama dengan Alya, kita sama-sama susah untuk bergaul dan akrab dengan orang baru. Bukannya tidak bisa, hanya saja butuh waktu yang lebih untuk bisa berbicara dengan nyaman. Aku gak kebayang aja nanti kalau Alya resign dan dia harus kerja di kantor baru dan memulai semua dari awal lagi. Memulai untuk membuka diri dan akrab dengan orang, kebiasaan dan suasana baru, aku tau betul itulah yang paling sulit bagi dia.


***

Kamis, 24 Juni 2021

Scene Selanjutnya (ep1)

     Kamis datang, hari itu Alya datang agak siang. Sebelum masuk gedung, Alya menyempatkan beli roti dan susu di minimart dekat gedung kantornya. Alya menaruh 2 susu dan 2 roti di kasir.

"Bayar pakai LinkAja ya mba"

"Baik kak, ada kartu membernya?"

"Ada, sebentar"

Alya memberikan barcode member card minimart tersebut dan kasir langsung menghitung total belanja Alya. Pekerjaan membeli roti dan susu pagi menuju siang ini selesai. Alya masuk ke gedung dan langsung naik lift menuju lantai 31. Sampai di lantai 31 Alya meletakkan satu roti dan satu susu diatas meja seorang laki-laki yang terlihat seumuran dengannya, namanya Hadi.

"Ini roti dan susu nya mas bro"

"Asiik, makasi mba sist, senang berbisnis dengan anda"

"Sama-sama bro, jangan lupa bintang limanya"

Beberapa saat setelah Alya duduk di kursinya, yang sebenarnya persis di belakang kursi Hadi. Ketika itu, Yesa temannya langsung nyeletuk.

"Aduuh gemes banget sama pasangan ini, gaulnya keren banget"

Duuaaarrr... Dua baris meja itu, meja timnya Alya dan meja di timnya Hadi langsung gempar dengan ucapan Yesa. Tidak ada yang tau memang, mereka selama satu tahun ini sudah berpacaran.

"Ehh? Apa-apaan Di?" Tanya Rajul teman Hadi

"Apa-apaan, apanya?" Jawab Hadi sambil tertawa kecil

"Waaah gilaaa, kok bisa nggak ketahuan sih kalian?" Timpal Lutvi

"Kita kan profesional" Sahut Alya dari meja seberang.

***