Jumat, 09 November 2018

Untuk yang ku sayang

Sore menua, senja menjelang. Dan akhirnya kegelapan malam yang biru menyelimuti halaman.

***

Melangkah dan berpindah, yang kulakukan hanyalah bersiap untuk kesekian kalinya merasakan patah. Tak apa, setidaknya tak melulu meratapi masa lalu.

Untuk diriku sendiri, terima kasih karena telah bertahan sejauh ini. Aku tahu dalamnya trauma yang kau alami selama ini.

Untuk diriku sendiri, terima kasih karena tidak menyerah dalam berjuang. Aku tahu banyak kepedihan yang kau tinggalkan dibelakang.

Untuk diriku sendiri, terima kasih karena tidak meninggalkan aku sendirian. Aku tahu betapa rumit pergelutan batin yang kau lawan. Aku tahu, banyak ketakutan yang kau coba hilangkan. Dan aku tahu, banyak perasaan yang kau coba bunuh perlahan.

Untuk yang ku sayang, diriku sendiri. Maaf selama ini kau harus terlalu sering mengalah walau tak salah. Maaf karena terlalu memaksamu tegar dan bersabar atas semua duka dan luka yang melebar. 

Untuk yang ku sayang, diriku sendiri. Maaf atas ketidaksempurnaan ku ini. Maaf kau harus menerima penolakan yang bertubi-tubi. Maaf karena kau harus selalu bungkam ketika dihina oleh mereka yang mengaku saudara se-ranji.

Untuk diriku sendiri, setelah ini kau harus jujur pada dirimu. Kau boleh mengabaikan apa yang tak kau suka, meski dahulu kau selalu dipaksa melakukannya. Kau boleh pergi kemanapun kau mau, meski selama ini kau tak pernah benar-benar pergi dari lukamu.

Untuk diriku sendiri, aku berharap kau tidak lupa cara bahagia. Meski aku tahu, kau pasti susah payah mengingatnya. Sebab kau benar-benar ragu, apakah seumur hidupmu kau pernah merasakan bahagia sesungguhnya.

Terima kasih semesta. Karena telah mengambil segala yang kau ambil, telah memberi segala yang kau beri.

Terima kasih patah hati, karenamu aku bisa menjadi manusia sekuat ini.

1 komentar: