Jumat, 02 November 2018

Jangan lagi

Jangan lagi buatku bingung. Kau bisa pergi dan biarkan luka ini aku yang tanggung. Atau kau bisa menetap berbagi kenang dengan cintaku yang menggunung.

Jangan lagi buatku bingung. Kau tak perlu memberiku jatah cemilan soremu. Tanpa bilang apa-apa lalu kau pulang begitu saja. Jangan lagi lakukan hal-hal yang mestinya dilakukan orang berpasangan. Terlalu manis untuk ku terima dengan perasaan biasa saja. Namun terlalu kecewa jika niatmu bukan karena apa-apa. 

Jangan lagi buatku bingung. Kau, mengapa selalu bahagia ketika aku sedang kecewa? Menerka-nerka kau ini sebenarnya apa? Senangkah melihatku kehilangan arah? Sebangga itukah menertawakanku yang kau hina mentah-mentah? Aku sedang dikejar-kejar masalah, dan kau malah berulah.

Tidak. Tidak bisa begini terus. Kau selalu berubah-ubah. Hal-hal kecil yang kau lakukan kepadaku, membuat aku makin tak bisa melupa. Padahal dengan sadar aku tahu dihatimu hanya ada dia. Di layar ponselmu hanya ada potretnya. Dia yang kau jadikan wanita idola. Namanya yang pada chat WhatsAppmu selalu menjadi baris pertama.

Seketika, aku merasa menjadi manusia tak berguna ketika kau bilang aku hanyalah beban. Setelah itu, jangan berani lagi kau bilang kasihan. Aku sama sekali tak ingin dikasihani, jika tak berniat kau beri hati. Dan jangan khawatir, kau berbahagialah saja. Urusan patah hati biar aku yang terima.

***

Aku harus pergi. Tidak sanggup lagi jatuh cinta sendiri. Tidak sanggup lagi menerima kecewa bertubi-tubi. Membiarkanmu membuatku merasa separuh. Menghancurkan mimpi yang seharusnya utuh.

Aku harus pergi, dari cinta yang menyakiti diri. Jatuh cinta harusnya membuat bahagia, bukan malah memelihara lara. Jika hanya ada duka, tentu aku telah salah dalam mencinta.

Mungkin, sesekali menjadi tega juga harus kucoba.

2 komentar:

  1. jejak ya. selalulah temanku yg atu ini bikin tulisan beh berasa bed dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalulah temanku yg atu ini paling rajin baca tulisanku dan ninggalin jejak. timakasii yaak

      Hapus